TWITTER


Twitter yang lagi populer itu ternyata nilai bisnisnya sekitar 1 miliar dollar AS atau nyaris Rp 10 triliun. Hal tersebut diukur dari nilai investasi yang disuntikkan sejumlah perusahaan investasi untuk menyokong bisnis Twitter. Twitter sendiri tidak menyebutkan secara rinci besar investasi tersebut dan hanya menyatakan besarnya signifikan. Sokongan dana masing-masing dari lima firm investasi Benchmark Capital, Institutional Venture Partners, Spark Capital, Insight Venture Partners, dan T. Rowe Price. Beredar informasi dari analis bahwa investasi yang sudah diperoleh Twitter mencapai 100 juta dollar AS. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai operasional Twitter di saat pendirinya Evan Williams dan Biz Stone tengah berupaya mengembangkan layanan tersebut menjadi ladang bisnis. Dengan dana segar tersebut, Twitter kini bisa membeli server-server baru untuk menjamin keandalan layanannya yang masih seringkali down. Selain itu, komitmen investasi yang cukup juga membuat Twitter bisa beroperasi secara independen dan tidak di bawah bayang-bayang akusisi perusahaan yang lebih besar. Sebelumnya Twitter disebut-sebut menolak tawaran Facebook senilai 500 juta dollar AS, bahkan rumornya tawaran dari Google dan Microsoft. Nilai bisnis yang dicapai Twitter tersebut bisa dibilang mengejutkan mengingat usianya yang baru tiga tahun. Namun, bukan hal yang mustahil mengingat popularitasnya tersu meroket dari 4 juta pengguna tahun lalu menjadi sekitar 54 juta pengguna saat ini. Layanan jaringan sosial dengan posting pesan 140 karakter yang ditawarkan twitter ternyata banyak diminati pengguna internet. Apalagi saat ini dengan adanya menu pencarian, Twitter telah menjadi sumber berita alternatif yang up to date.



Sumber: Kompas - Minggu, 27 September 2009

0 comment:

Formulir komentar berada di bawah posting, bisa menggunakan akun Google+, Facebook, dan Email saja, serta jumlah komentar tidak dibatasi